Hari Kalkun di Amerika

Hari Kalkun di Amerika

Hari Kalkun di Amerika – Apa yang anda fikirkan saat mendengar kata kalkun? Sebuah ayam besar yang biasa hidup di kebun binatang? Atau malah anda berfikir bahwa kalkun adalah hewan yang dilindungi? Ada yang benar dan ada yang salah dari perkataan diatas. Jika anda di Indonesia mungkin anda akan melihat kalkun hanya dibeberapa tempat tertentu seperti di kebun binatang atau di rumah warga yang memeliharanya. Mungkin anda akan melihat banyak yang menjual ayam goreng namun jarang menemukan penjual kalkun goreng? Yap itulah budaya Indonesia. Namun jika anda pernah mengunjungi negara-negara bagian benua Amerika seperti Amerika Serikat ataupun Kanada. Anda pasti melihat pemandangan yang berbeda di mana anda akan melihat banyak perternakan kalkun. Anda juga disungguhi kalkun panggang saat berkunjung ke rumah teman atau keluarga anda di sana. Kalkun merupakan hewan konsumsi yang sangat berperan dibenua Amerika. Bahkan menurut data yang dihimpun oleh Yayasan Kalkun Nasional konsumsi kalkun di Amerika mencapai 45-47 juta kalkun setiap tahunnya yang bila didata merupakan 1 / 5 dari jumlah kalkun yang ada di sana.

Lantas apa yang dimaksud dengan Hari Kalkun? Hari Kalkun merupakan nama lain dari thanksgiving day atau hari ucapan syukur yang diadakan di negara bagian Amerika Utara setiap tahunnya. Hari ini dinamakan Hari Kalkun karena hampir setiap perayaan thanksgiving day masyarakat Amerika mengonkonsumsi kalkun di setiap rumah mereka. Hari ini dimaksud sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat panen yang telah diberikan. Untuk hari perayaannya berbeda disetiap negaranya. Di Amerika Serikat thanksgiving day dilaksanakan pada hari Kamis terakhir di bulan November. Sementara untuk kanada thanksgiving day dilaksanakan setiap senin kedua di bulan oktober. Dan untuk Negara lain mereka memiliki waktu tersendiri untuk pelaksanaan hari rasa syukur ini.

Di USA (United States Amerika) atau masyarakat Indonesia sering menyebut negara ini Amerika Serikat thanksgiving day diadakan setiap hari Kamis yang unik dari perayaan ini adalah setelah hari perayaan thanksgiving  tepatnya pada hari Jum’at. Masyarakat menggunakannya untuk cuti bahkan peraturan di sana menetapkan cuti yang dibayar ya dibayar. Jadi mereka tidak berangkat kerja namun digaji pada hari itu. Pada hari Jum’at tersebut masyarakat biasanya memanfaat untuk membeli bahan bahan yang dibutuhkan untuk Natal. Pada hari tersebut masyarakat beramai ramai datang ke toko untuk memborong persediaan berbagai macam barang yang ada di sana. Di hari ini mereka memburu barang-barang dengan harga obral. Nah pada kesempatan ini toko akan menggunakan kesempatan dengan menetapkan harga yang sangat menarik hingga tak jarang toko sudah buka dari pukul 5 pagi dan langsung diburu oleh pembeli. Mereka rela berantri hingga ratusan antrian tak heran jika hari Jum’at tersebut disebut dengan Jum’at hitam karena mereka akan mendapat keuntungan yang melimpah dari barang yang mereka jual. Muncul pertanyaan apa hubungannya keuntungan dengan hari Jum’at hitam? Sesuatu yang cukup berbeda bukan? Jawabannya cukup sepele pada hari biasa mereka para pengusaha dan pemilik toko akan mendapat rapot merah pada catatan penjualan mereka, namun pada hari itu mereka akan segera mencoret rapot merah tadi dan menggantinya dengan tulisan-tulisan hitam yang berisi catatan keuntungan dari produk yang mereka jual pada hari Jum’at tersebut.  Itulah sebabnya hari ini disebut sebagai Jum’at hitam. Untuk mensiasati pengunjung yang cukup banyak para pemilik toko biasanya membeli dan telah menyimpan stok yang banyak jauh-jauh hari sebelumnya.