Sejarah Perayaan Thanksgiving di Amerika

Sejarah Perayaan Thanksgiving di Amerika

Sejarah Perayaan Thanksgiving memang tidak sepopuler perayaan-perayaan lain, seperti Valentine Day atau Hallowen. Namun, bagi masyarakat Amerika dan Kanda perayaan Thanksgiving merupakan hal yang rutin mereka lakukan di setiap tahunnya. Bahkan, di Amerika hari jatuhnya Thanksgiving dijadikan sebagai libur nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap hari tersebut. Sebenarnya apa itu Thanksgiving day? Thanksgiving day merupakan suatu bentuk perayaan sebagai ungkapan syukur dan terimakasih ketika akhir musim panen tiba. Perayaan Thanksgiving ini menuai banyak perdebatan, dikarenakan tidak adanya tanggal yang pasti dalam perayaannya.

Sewaktu terjadiperang Saudara di Amerika pada tahun 1863, Presiden Amerika Serikat sewaktu itu, Abraham Linclon, menetapkan Thanksgiving Day dirayakan pada hari kamis minggu terakhir di bulan November. Tradisi perayaan Thanksgiving ini dilanjutkan oleh Presiden berikutnya Franklin D. Roosevelt pada 1939. Namun, beliau mengubahnya menjadi hari kamis di minggu ketiga pada bulan November setiap tahunnya. Ketetapan itu lah yang masih berlaku hingga saat ini. Berbeda dengan Amerika Serikat, Kanada juga rutin memperingati Thanksgiving Day. Namun, sejarah atau latar belakang perayaan Thanksgiving di Amerika dan Kanada berbeda. Di Kanada mereka merayakan Thanksgiving karena memang berakar pada tradisi terima kasih atas hasil panen yang diberikan Tuhan. Sedangkan di Amerika, perayaan Thanksgiving berakar dari tradisi Inggris yang di bawa ke Benua Baru, yaitu Amerika.

 

Perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat, rutin  dirayakan pada hari Kamis  di minggu keempat bulan November. Perayaanh Thanksgiving di Amerika sendiri memiliki sejarah panjang yang merupakan  tradisi para Imigran Inggris di jaman Reformasi Protestan. Tradisi tersebut yang dibawa kaum Imigran Inggris yang hijrah dan menetap di Amerika, yang merupakan benua baru yang mereka temukan. Sejarahnya bermula ketika pada tahun 1599 pasukan Inggris berhasil menang melawan pasukan Spanyol. Oleh sebab itu, perayaan Thanksgiving bukan hanya untuk merayakan hasil panen, melainkan juga bentuk rasa syukur setelah terjadi suatu peristiwa yang dianggap sebagai berkah dari Tuhan kepada masyarakat. Namun, tidak sedikit orang yang percaya perayaan Thanksgiving di Amerika ditandai dengan perayaan di Plymouth pada 1621. Pada saat itu, perayaan in murni dilakukan untuk memperingati dan bentuk rasa syukur atas kesuksesan hasil panen mereka. Mereka merayakannya dengan mengadakan pesta makan malam bersama penduduk asli Amerika, yaitu suku Wampanoag.

Awal mula terjadinya yaitu ketika pada bulan September 1620, sebuah kapal yang di beri nama Kapal Mayflower meninggalkan Plymouth, Inggris. Kapal tersebut membawa sekitar 100 penumpang dan beberapa awak kapal. Mereka bertujuan untuk mencari tempat tinggal baru sehingga mereka dapat mempraktekkan keyakinan mereka. Setelah sekitar 2 bulan berlayar, mereka berlabuh di suatu daerah yang bernama Cape Cod, di tempat itulah mereka membuat pemukiman dan mulai melakukan kegiatan cocok tanam. Pada bulan November sekitar tahun 1621, mereka berhasil menuai panen dari cocok tanam yang meraka lakukan. Kebanyakan dari hasil panen mereka adalah Jagung. Pada saat itu Gubernur mereka, William Bradford, mengadakan perayaan sebagai bentuk rasa syukur akan keberhasilan panen meraka yang pertama. Perayaan tersebut diadakan selama tiga hari dan mengundang kelompok suku asli Amerika, yaitu Suku Wampanoag. Perayaan tersebut dianggap sebagai “Thanksgiving” pertama di Amerika oleh sebagian orang. Meskipun tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan pertama kali perayaan Thanksgiving di Amerika diadakan, tetapi perayaan Thanksgiving tersebut masih tetap ada sampai sekarang dan merupakan tradisi yang tidak pernah ditinggalkan oleh masyarakat Amerika setiap tahunnya.